Tanpa mereka , gue dengan gampangnya pasti akan keluar.
Mereka, satu-satunya tempat gue "pulang" dimana gue bisa ketawa , nangis sama kecewa.
Ya cuma sama kalian doang.
Gosip bareng kalian disambung dengan ketawa-ketiwi ga jelas sampe jam 9 malem di sekolah dan KFC adalah hal-hal yang cuma bisa dilakuin bareng kalian.
Kangen rasanya.
Gue sadar, hal-hal itu bikin nyandu
Kalian "keluarga" pertama gue. Bersama kalian mental gue ditempa dengan cara menurut orang lain aneh dan ga wajar tapi menurut gue cara yang sangat efektif.
Kalian itu rumah gue di smansa. Gue sayang sama kalian. Maaf pernah menyakiti perasaan kalian dengan "prioritas" itu. Maaf. Toh, tempat gue "pulang" selalu kalian. Munafik memang
"Prioritas itu bukan saat kamu merasa nyaman di suatu organisasi, tapi tempat dimana kamu dibentuk seperti sekarang ini " - Purna Pandawa 16
Sekarang sudah bukan yang "disuapi" lagi. Sekarang waktunya membimbing.
Tapi yang gue liat kita malah terlalu menganggap santai hal tersebut hingga sekarang terkesan individualis.
Ayo dong, tunjukkin kita yang dulu lagi. Jangan berusaha "ngebenerin" orang lain tapi kita sendiri ga bener. Apa ga malu ? Inget ga kita pernah ngelingkarin pohon harapan kita ? Inget ga harapan-harapan yang kita tulis disitu ? Inget nangisnya kita disitu ? Ayo wujudin bareng-bareng impian kita itu.
Haaah, gue baru sadar betapa sayangnya gue sama kalian, hey keluargaku.....
Terima kasih ya :)
Sekarang kita udah mulai kembali ke kehidupan masing-masing. Mulai BELAJAR lagi.
Terpacu cuma dengan kalimat sakti " SAAT KAMU BERMALAS-MALASAN , 4000 PESAINGMU SEDANG BELAJAR! " Mulai sadar untuk kembali ke jalur semula. Semoga memang selalu disertai dan diberi pilihan yang terbaik oleh-Nya . Amin :)
No comments:
Post a Comment